0812-3996-2880 Untuk bantuan & pasang iklan silahkan menghubungi kami.

Kopi Klotok Jogja Jalan Kaliurang

Kristanti Wardani

Semilir angin dengan pemandangan asri makin asyik dinikmati dengan camilan hangat. Pisang goreng yang manis dengan segelas kopi klotok yang wangi. Berlibur ke Yogyakarta? Anda perlu sempatkan ngopi di sini. Hamparan sawah serta area perkebunan hijau dengan suasana tenang menjadi kelebihan tempat ini. Jangan heran jika orang senang berlama-lama di sini.

Warung Kopi Klotok ini berada di daerah Pakem, Sleman. Walaupun baru dibuka pada akhir tahun 2015, tapi tempat ini sudah sangat ramai dikunjungi para pecinta kuliner baik dalam kota maupun luar Yogyakarta. Memasuki warung ini, Anda akan disambut dengan bangunan utama berbentuk joglo limasan kuno. Suasana rumah kampung yang homey sangat terasa. Terbagi menjadi tiga area yaitu area semi terbuka yang menghadap ke sawah, bagian tengah dan bagian dapur.

Pada bagian dapur, Anda bisa duduk sambil melihat langsung proses memasak. Karena dapurnya menggunakan sistem “open kitchen”, dimana proses pemasakan dengan kayu bakar langsung dapat terlihat. Dinding, meja dan kursinya terbuat dari kayu dengan lantai tegel semen bermotif juga menambah kesan suasana rumah kampung yang sesungguhnya.

Menu ditawarkan dalam bentuk prasmanan yang tersedia di area dapur dan bisa langsung diambil sendiri. Tersedia sego megono, lodeh terong, lodeh tempe, oseng-oseng pare welut, tempe garet, tahu bacem, ayam goreng, sayur asem, telur crispy hingga pisang goreng. Sego megono (Rp 6.500) menjadi pilihan nasi yang jadi andalan di warung ini.

Nasi rames khas Pekalongan ini, nasinya berwarna kecokelatan dengan campuran cincangan nangka muda, kacang panjang, parutan kelapa dan daun singkong. Nasinya pulen yang aromatik dengan sensasi gurihnya kelapa. Suapan pertama tercium aroma wangi kemangi dan bumbu megono dengan aksen kencur dan bawang putih. Sedap miroso!

Oseng-oseng pare welut (Rp 6.500) cocok disantap sebagai pendamping nasi megono. Pare welut merupakan pare berbentuk panjang seperti belut dengan rasa tawar mirip oyong dan tidak memiliki rasa pahit. Potongan pare welut dimasak meresap dengan bumbu dengan tekstur renyah. Potongan cabai rawit memberi rasa pedas gurih, berpadu dengan irisan bawang putih.

Siraman sayur lodeh tempe (Rp 6.500) juga wajib dicoba. Kuah santan berwarna putih susu kecokelatan diolah dengan santan segar menghasilkan rasa gurih. Sensasi rasa agak manis dan pedas disajikan hangat.

Dipadukan dengan sambal dadak merah (Rp 500) yang langsung diulek di mejanya. Ulekan kasar cabai merah ditambah dengan terasi, rasanya jadi pedas mantap.

Jika Anda memilih nasi putih, Anda bisa memadukannya dengan telur crispy (Rp 4.000). Telurnya dadar langsung disajikan hangat. Teksturnya renyah dan gurih. Meskipun disuap dengan nasi putih hangat dan sambal dadak rasanya emak mantap.

Sayur asem (Rp 6.500) dengan isian labu siam, kacang panjang, kol, kacang tanah, daun melinjo dan cabai hijau bisa jadi pilihan. Berbeda dengan sayur asem Betawi yang segar gurih. Racikan sayur asem Jawa ini memiliki kuahnya bening kemerahan dengan selingan rasa manis, sedikit asam dan segar.

Puas menyantap menu prasmanan. Kamipun masih melirik karyawan berbaju tulisan ‘kopi klotok’ yang menggoreng pisang dengan adonan tepung. Wah, aroma wangi yang berasal dari pisang dan adonan tepung sangat menggoda selera.

Seporsi pisang goreng (Rp 6.500) yang berisi lima buah lengkap kami pesan bersama kopi klotok (Rp 5.000).

Kopi asal Lampung diracik dengan cara memasak bubuk kopi dalam teko besi tanpa air. Setelah beraroma gosong, kopi baru dituang dengan air yang sudah mendidih dan ditambahkan gula.

Kopi tubruk ini memiliki rasa manis pahit yang pekat. Wah, enak disantap dengan pisang kepok goreng yang empuk manis. Camilan ini jadi penutup santapan kami yang sedap mantap.

Menu prasmanannya bisa dinikmati sepuasnya tanpa harus menambah biaya! Makanannya yang enak dan suasana yang nyaman asri membuat kami ingin berlama-lama di sini. Monggo mampir!

Leave a Reply

Lewat ke baris perkakas